A. PENGERTIAN
FUNCTION GENERATOR
Function Generator adalah alat
ukur elektronik yang menghasilkan, atau membangkitkan gelombang berbentuk
sinus, segitiga, ramp, segi empat, dan bentuk gelombang pulsa.
Function generator terdiri dari
generator utama dan generator modulasi. Generator Utama
menyediakan gelombang output sinus, kotak, atau gelombang segitiga
dengan rangkuman frekwensi 0,01 Hz sampai 13 MHz. Generator modulasi
menghasilkan bentuk gelombang sinus, kotak, dan segitiga dengan
rangkuman frekwensi 0,01 Hz sampai 10 kHz. Generator sinyal input dapat digunakan
sebagai Amplitudo Modulation (AM)
atau Frequensi Modulation (FM).
Selubung (envelope) AM dapat diatur dari 0% sampai 100%; FM dapat diatur frekwensi pembawanya hingga ±5%. Function
Generator umumnya menghasilkan frekuensi pada kisaran 0,5 Hz sampai 20 Mhz
atau lebih tergantung rancangan pabrik pembuatnya. Frekuensi yang dihasilkan
dapat dipilih dengan memutar-mutar tombol batas ukur frekuensi (frequency
range).
Amplitudo sinyal yang dapat diatur berkisar antara 0,1V – 20 Vp-p
(tegangan puncak ke puncak) kondisi tanpa beban, dan 0,1 V – 10Vp-p (Volt
peak to peak/tegangan puncak ke puncak) dengan beban sebesar 50ฮฉ.
Output utama ditetapkan oleh SYNC
Output. Gambar 47 memperlihatkan salah satu bentuk Function Generator
yang dimaksud.
|
|
GAMBAR 47. FUNCTION GENERATOR
Generator fungsi (function
generator) juga memiliki
pengertian sebuah instrumen terandalkan yang memberikan
suatu pilihan beberapa bentuk gelombang yang frekwensi-frekwensinya diatur
sepanjang rangkuman (range) yang lebar. Bentuk-bentuk yang lazim digunakan adalah sinusoida, segitiga, persegi, dan gigi gergaji. Frekuensi bentuk - bentuk gelombang ini dapat bisa diatur dari sati hertz sampai beberapa ratus kilokertz (kHz) bahkan sampai megahertz (MHz).generator fungsi juga bagian dari peralatan atau software uji coba
elektronik yang digunakan untuk menciptakan gelombang listrik. Gelombang
ini bisa berulang-ulang atau satu kali yang dalam kasus ini semacam sumber
pemicu diperlukan, secara internal ataupun eksternal.Tipe lain
dari generator fungsi adalah sub-sistem yang menyediakan output
sebanding terhadap beberapa input fungsi matematika. Contohnya,
output berbentuk kesebandingan dengan akar kuadrat dari input. Alat seperti itu digunakan dalam sistem pengendali umpan dan komputer analog.
Generator fungsi analog umumnya menghasilkan
gelombang segitiga sebagai dasar dari semua outputnya. Segitiga ini dihasilkan oleh kapasitor yang dimuat dan dilepas secara berulang-ulang dari sumber
arus konstan. Hal ini menghasilkan ramp voltase menanjak dan menurun secara
linier. Ketika voltase output mencapai batas atas dan batas
bawah, proses pemuatan dan pelepasan dibalik menggunakan
komparator. menghasilkan gelombang segitiga
linier. Dengan arus yang bervariasi dan ukuran kapasitor, frekuensi yang berbeda dapat dihasilkan.
B. BAGIAN-BAGIAN
FUNCTION GENERATOR
Keterangan:
1. LINE : saklar digunakan untuk daya ac. LED hijau menyala saat ON.
2.
RANGE Hz : saklar tekan
(pushbotton) pemilih range
frekuensi. pemilih RANGE saat pembacaan pada dial FREQUENCY menentukan output pada generator.
3. FUNCTION : Saklar pemilih salah satu ditekan dari ketia fungsi. Semua output level
dc diatur secara tepat.
4. FREQUENCY : Pengaturan frequenci yang diinginkan dalam range beberapa saklar tekan RANGE.
5.
OFFSET : Pengaturan
titik operasi dc beberapa fungsi. Posisi CAL mengubah dc offset. Eac+Edc lebih kecil 10 V atau terjadi pemotongan bentuk
gelombang.
6. AMPLITUDE : Pengaturan amplitude gelombang puncak ke puncak (peak to peak)
ini dilemahkan dalam step 1:1, 10:1,
100:1, 1000:1; pengaturan VERNIER dari nol
sampai tegangan output maksimum untuk pemilih range secara
teliti
7. SYM : Perubahan simetri bentuk gelombang input dan output SYNC. Pada CAL adalah
simetris
8. SYNC : Sebuah gelombang kotak dengan fasa output 180°pada generator. Berguna
untuk sinkronasi diluar instrumen
atau pendorong penghitung (driving a counter)
9. OUT PUT : Terminal untuk semua fungsi generator. 20 Vp-p untuk rangkaian terbuka atau 10 Vp-p pada 50 ohm,
pada posisi pelemah 1 : 1.
10. TRIGGER PHASE : Pengaturan fasa awal
sinyal output
dalam mode ledakan (burst). FREE RUN melumpuhkan burst.
11. AM : Pemilihan
modulasi amplitudo. Difungsikan untuk
modulasi internal atau modulasi exsternal.
12. FM : Pemilihan
nodulasi frekuensi. Difungsikan untuk
modulasi internal atau modulasi eksternal.
13. SWP : Pemilih mode sweep (penyapuan). Fungsi ini
mengesampingkan AM dan FM.
14. Pemilihan fungsi modulasi. Modulasi eksternal memungkinkan saat semua output
terkunci, dan sinyal yang dipakai adalah jack MOD INT-EXT.
15. % ฮF START : Pemilihan persen modulasi AM, deviasi FM, atau frekuensi start SWP.
16. Range Hz : Pemilih salah satu dari tiga range frekuensi modulation dengan
kontrol kontinyu dengan masing-masing
melalui VERNIER (pengaturan halus). Posisi 0 digunakan untuk pengaturan frekuensi sweep start.
17. MOD INT-EXT : Input eksternal AM atau FM. Bentuk gelombang generaor modulasi juga
sama dengan outputnya saat
modulasi internal digunakan.
18. SYM : Merubah kondisi simetri modulation bentuk gelombang output. Pemilihan CAL 90:10
kemiringan (ramp) untuk
SWP dan simetris untuk semua fungsi.
C. FUNGSI FUNCTION
GENERATOR
Uraian berikut berisikan fungsi Function Generator
sebagai;
A.
Function
Generator Output, Untuk mendapatkan keluaran (output) bentuk gelombang yang
diinginkan.
B.
Sweep Generator
Output, Untuk mendapatkan ayunan (sweep)
bentuk gelombang yang diinginkan.
C.
Frequency
Counter, untuk menghitung frekuensi.
a. Langkah-langkah kerja dimana Function
Generator dioperasikan sebagai Function
Generator Output.
a.
Pilih tipe gelombang yang
dibutuhkan dengan cara memutar saklar putar (rotary switch) pada control FUNCTION
(lihat kembali uraian tentang FUNCTION
SELECTOR pada control dan indicator).
b.
Pilih batas ukur (range) frekuensi dengan cara memutar
saklar pada control RANGE.
c.
Hubungkan sinyal dari
keluaran utama (Main Output) ke Channel-1 Oscilloscope dan sinyal dari Sync
Output ke Channel-2 Oscilloscope.
Setel Trigger Source yang terdapat pada
Channel-2 Oscilloscope.
d.
Dengan tombol pengatur,
setel frekuensi sinyal, display akan menampilkan pembacaan frekuensi.
e.
Melalui tombol pengatur
amplitudo, aturlah amplitudo dari sinyal.
f.
Menggunakan tombol OFFSET aturlah DC Offset sesuai dengan tingkat kebutuhan (dari -10 Volt sampai
dengan +10 Volt).
g.
Sebelum menyambung Function Generator ke beban luar (Oscilloscope, rangkaian audio),
periksalah impedans beban.
b. Langkah-langkah kerja dimana Function
Generator dioperasikan sebagai Sweep
Generator Output
a.
Hubungkan terminal
keluaran utama (Main Output) ke Channel-1 dari Oscilloscope, keluaran ayunan (Sweep
Output) ke Channel-2.
b.
Channel-2 dari Oscilloscope
menampilkan bentuk gelombang gigi gergaji.
c.
Menggunakan tombol
“RATE”, atur kecepatan ayunan sinyal (dari 5 detik menjadi 10 mili detik).
d.
Atur penggunaan frekuensi
sebagaimana penjelasan pada Function
Generator Output.
e.
Tarik saklar “RATE” untuk
membuat mode SWEEP on.
f.
Channel-1 akan menampilkan gelombang ayunan (sweep wave).
g.
Atur lebar ayunan dengan
menggunakan tombol WIDTH.
c. Langkah-langkah kerja dimana Function
Generator dioperasikan sebagai Frequency
Counter
a.
Periksalah posisi saklar
yang terdapat pada control “COUPLING”, saklar pada posisi HF digunakan untuk
frekuensi lebih dari 100 kHz. Saklar pada posisi LF digunakan untuk frekuensi
di bawah 100 kHz.
b.
Pada saat Function Generator berfungsi sebagai Frequency Counter, (saklar pada posisi counting mode), “EXT COUNTER LED” akan
menyala.
c.
Hubungkan sinyal dari
luar yang akan dihitung frekuensinya dengan “EXT COUNTER BNC”.
d.
Display akan menampilkan
nilai frekuensi dalam Hz/kHz.
D. KARAKTER
OUTPUT FUNCTION GENERATOR
Generator utama
dan generator modulasi memberikan lima
bentuk gelombang yang berbeda.
a.
Sinus
b. Kotak
c. Segitiga
d. Ramp
e.
Pulsa
a.
Output Gelombang Sinus
Distorsi harmonik Total (Total
harmonic Distortian –
THD) gelombang sinus utama, termasuk gangguan dan harmonik, lebih kecil 0,5% dari 10 Hz. hingga 50 kHz lebih besar 30 dB
dibawah dasarnya dari 50 kHz hingga 13
MHz. Distorsi modulasi gelombang sinus
lebih kecil 2% THD dari 10 Hz hingga 10 kHz.
b.
Output Gelombang Kotak
Nilai RMS secara simetrik (50%) duty
cycle) bentuk gelombang sama dengan nilai puncak. Waktu naik atau turun lebih kecil 18 ns
antara 10% dan 90% gelombang output kotak
p-p. Simpangan dari pengaturan
amplitudo akhir bentuk gelombang kotak setelah
overshoot, akan tidak lebih
dari ±10% nilai a kh i r. Output Gelombang Segitiga Nilai RMS bentuk gelombang segitiga adalah 0,557 kali nilai puncak. Ramp segitiga menyimpang tidak kurang dari 1% dari nilai total puncak ke
puncak ramp.
c. Ramp
Output ramp dapat diberikan dari
generator utama dengan memilih bentuk gelombang segitiga dan mengatur knob
kontrol simetri. Output ramp generator utama dapat diubah pada amplitudo
dengan knob AMPLITUDO. Output ramp generator modulasi mempunyai amplitudo
yang tetap, yang mana waktu slop dan retlace dapat diubah dengan
knob SYM pada generator modulasi.
d. Pulsa
Pulsa dengan perubahan amplitudo dari
0 V hingga 20 Vp-p pada rangkaian terbuka, yang memungkinkan pada generator utama. Dengan cara ini memilih siklus tunggal burst mengatur awal (start) pada titik nol (zero point) dengan
knob TRIGGER PHASE, dan menentukan
lebar pulsa dengan dial FREQUENCY.
Output SYNC dapat <10nsec waktu waktu pulsa naik dengan mengubah simetri pada generator utama.
E. SISTEM KERJA FUNCTION GENERATOR
Frekuensi pembawa
dibangkitkan oleh sebuah osilator LC yang sangat stabil,
menghasilkan sebuah bentuk gelombang sinus yang baik dan tidak memiliki dengung yang cukup besar atau modulasi derau. Frekuensi osilasi dipilih melalui sebuah pengontrol rangkuman frekuensi dan sebuah cakera penyetel nonius ( vernier ). Rangkaian LC dirancang agar memberikan suatu keluaran yang tetap konstan sepanjang setiap rangkuman frekuensi.
Frekuensi yang
masuk memasuki penguat pita lebar, didalam pita lebar terdapat proses yang dibantu oleh osiloskop untuk mengubah
gelombang frekwensi seperti gelombang sinus, segitiga dan kotak.
F.
CARA PENGGUNAAN FUNCTION GENERATOR
Untuk penggunaan generator fungsi selalu berhubungan dengan Osiloskop,
untuk pertama sambungkan generator fungsi dengan Osiloskop menggunakan kabel copling, atur pada Generator fungsi menggunakan sinus, segitiga atau kotak, atur semua frekuensi amplitudo yang terdapat pada tiap - tiap bagian, jangan lupa juga untuk mengatur frekuensi menggunakan berapa hz.
G.
PERAWATAN FUNCTION GENERATOR
Agar dalam
penggunaan generator fungsi tidak merusak peralatan ada
beberapa tips supaya tetap tahan lama:
·
Setelah alat selesai digunakan matikanlah jangan dibiarkan menyala.
·
Untuk kabelnya gulunglah dengan rapi.
·
Simpanlah Generator fungsi ditempat kering untuk menghindari
berkaratnya bagian dalam generator fungsi , dan Hindarkan dari
tempat – tempat yang berdebu.
H.
KESIMPULAN
1.
Bentuk isyarat yang dihasilkan adalah gelombanag sinus, segitiga, persegi dan pulsa.
2. Semakin besar nilai tahanan pengatur frekuensi dari komponen luar
menyebabkan frekuensi gelombang semakin tinggi dan semakin besar nilai
kapasitansi kapasitor dari komponen luar mengakibatkan frekuensi semakin kecil,
frekuensi generator fungsi yang dihasilkan 0.031 KHz sampai 200.256 KHz. Tegangan keluaran gelombang berbanding lurus
terhadap nilai tahanan pengatur
amplitudo.
3.
Ketelitian
generator fungsi untuk setiap perubahan nilai tahanan pengatur frekuensi dan perubahan nilai
kapasitansi kapasitor
masing-masing adalah 99.99%, serta kestabilan generator fungsi
terhadap perubahan nilai fekuensi dan tegangan keluar pada nilai tertentu
berturut-turut adalah99.96% dan 100%, berarti kestabilan generator fungsi
ini sangat tinggi.
FUNGSI OSCILOSCOPE
Osiloskop (Oscilloscope)
merupakan alat ukur elektronik.
Dengan menggunakan alat ukur Oscilloscope ini, kita dapat mengukur frekwensi,
periode dan melihat bentuk-bentuk gelombang seperti bentuk gelombang sinyal
audio, sinyal video, dan bentuk gelombang Tegangan Listrik Arus
Bolak Balik, maupun Tegangan Listrik Arus Searah yang berasal dari
catu daya/baterai. Dengan sedikit melakukan pengaturan kita juga bisa
mengetahui beda fasa antara sinyal masukan dan sinyal keluaran.
Osiloskop terdiri dari dua bagian yaitu Display dan Panel
Control :
Display
Display menyerupai tampilan layar pada televisi. Display pada Oscilloscope berfungsi sebagai tempat tampilan sinyal uji. Pada Display Oscilloscope terdapat garis-garis melintang secara vertikal dan horizontal yang membentuk kotak-kotak yang disebut dengan div. Arah horizontal mewakili sumbu waktu dan garis vertikal mewakili sumbu tegangan.
Panel Control
Panel kontrol berisi tombol-tombol yang bisa digunakan untuk menyesuaikan tampilan di layar. Tombol-tombol pada panel osiloskop antara lain :
Display
Display menyerupai tampilan layar pada televisi. Display pada Oscilloscope berfungsi sebagai tempat tampilan sinyal uji. Pada Display Oscilloscope terdapat garis-garis melintang secara vertikal dan horizontal yang membentuk kotak-kotak yang disebut dengan div. Arah horizontal mewakili sumbu waktu dan garis vertikal mewakili sumbu tegangan.
Panel Control
Panel kontrol berisi tombol-tombol yang bisa digunakan untuk menyesuaikan tampilan di layar. Tombol-tombol pada panel osiloskop antara lain :
- Focus : Digunakan untuk mengatur fokus
- Intensity : Untuk mengatur kecerahan garis yang ditampilkan di layar
- Trace rotation : Mengatur kemiringan garis sumbu Y=0 di layar
- Volt/div : Mengatur berapa nilai tegangan yang diwakili oleh satu div di layar
- Time/div : Mengatur berapa nilai waktu yang diwakili oleh satu div di layar
- Position : Untuk mengatur posisi normal sumbu X (ketika sinyal masukannya nol)
- AC/DC : Mengatur fungsi kapasitor kopling di terminal masukan osiloskop. Jika tombol pada posisi AC maka pada terminal masukan diberi kapasitor kopling sehingga hanya melewatkan komponen AC dari sinyal masukan. Namun jika tombol diletakkan pada posisi DC maka sinyal akan terukur dengan komponen DC-nya dikutsertakan.
- Ground : Digunakan untuk melihat letak posisi ground di layar.
- Channel 1/ 2 : Memilih saluran / kanal yang digunakan.
Pada umumnya osiloskop terdiri dari dua kanal (Dual
Trace) yang bisa digunakan untuk melihat dua sinyal yang berlainan,
misalnya kanal satu dipasang untuk melihat sinyal masukan dan kanal dua untuk
melihat sinyal keluaran.
Lebih rinci perhatikan gambar panel kontrol Oscilloscope Dual Trace berikut :
Lebih rinci perhatikan gambar panel kontrol Oscilloscope Dual Trace berikut :
Keterangan gambar panel kontrol Osilokop
Dual Trace diatas :
1. VERTICAL INPUT : merupakan input terminal untuk channel-A/saluran A.
2. AC-GND-DC : Penghubung input vertikal untuk saluran A.
1. VERTICAL INPUT : merupakan input terminal untuk channel-A/saluran A.
2. AC-GND-DC : Penghubung input vertikal untuk saluran A.
- Jika tombol pada posisi AC, sinyal input yang mengandung komponen DC akan ditahan/di-blokir oleh sebuah kapasitor.
- Jika tombol pada posisi GND, terminal input akan terbuka, input yang bersumber dari penguatan internal di dalam Oscilloscope akan di-grounded.
- Jika tombol pada posisi DC, input terminal akan terhubung langsung dengan penguat yang ada di dalam Oscilloscope dan seluruh sinyal input akan ditampilkan pada layar monitor.
3. MODE
- CH-A : tampilan bentuk gelombang channel-A/saluran A.
- CH-B : tampilan bentuk gelombang channel-B/saluran B.
- DUAL : pada batas ukur (range) antara 0,5 sec/DIV – 1 msec (milli second)/DIV, kedua frekuensi dari kedua saluran (CH-A dan CH-B) akan saling berpotongan pada frekuensi sekitar 200k Hz. Pada batas ukur (range) antara 0,5 msec/DIV – 0,2 ยต sec/DIV saklar jangkauan ukur kedua saluran (channel/CH) dipakai bergantian.
- ADD : CH-A dan CH-B saling dijumlahkan. Dengan menekan tombol PULL INVERT akan diperoleh SUB MODE.
4. VOLTS/DIV
variabel untuk saluran (channel)/CH-A.
5. VOLTS/DIV pelemah vertikal (vertical attenuator) untuk saluran (channel)/CH-A.
5. VOLTS/DIV pelemah vertikal (vertical attenuator) untuk saluran (channel)/CH-A.
- Jika tombol “VARIABLE” diputar ke kanan (searah jarum jam), pada layar monitor akan tergambar tergambar tegangan per “DIV”. Pilihan per “DIV” tersedia dari 5 mV/DIV – 20V/DIV.
6. Pengatur
posisi vertikal untuk saluran (channel)/CH-A.
7. Pengatur posisi horisontal.
8. SWEEP TIME/DIV.
9. SWEEP TIME/DIV VARIABLE.
10. EXT.TRIG untuk men-trigger sinyal input dari luar.
11. CAL untuk kalibrasi tegangan pada 0,5 V p-p (peak to peak) atau tegangan dari puncak
ke puncak.
12. COMP.TEST saklar untuk merubah fungsi Oscilloscope sebagai penguji komponen
(component tester). Untuk menguji komponen, tombol SWEEP TIME/DIV di “set” pada
posisi CH-B untuk mode X-Y. tombol AC-GND-DC pada posisi GND.
13. TRIGGERING LEVEL.
14. LAMPU INDIKATOR.
15. SLOPE (+), (-) penyesuai polaritas slope (bentuk gelombang).
16. SYNC untuk mode pilihan posisi saklar pada; AC, HF REJ, dan TV.
17. GND terminal ground/arde/tanah.
18. SOURCE penyesuai pemilihan sinyal (syncronize signal selector). Jika tombol SOURCE pada
posisi :
7. Pengatur posisi horisontal.
8. SWEEP TIME/DIV.
9. SWEEP TIME/DIV VARIABLE.
10. EXT.TRIG untuk men-trigger sinyal input dari luar.
11. CAL untuk kalibrasi tegangan pada 0,5 V p-p (peak to peak) atau tegangan dari puncak
ke puncak.
12. COMP.TEST saklar untuk merubah fungsi Oscilloscope sebagai penguji komponen
(component tester). Untuk menguji komponen, tombol SWEEP TIME/DIV di “set” pada
posisi CH-B untuk mode X-Y. tombol AC-GND-DC pada posisi GND.
13. TRIGGERING LEVEL.
14. LAMPU INDIKATOR.
15. SLOPE (+), (-) penyesuai polaritas slope (bentuk gelombang).
16. SYNC untuk mode pilihan posisi saklar pada; AC, HF REJ, dan TV.
17. GND terminal ground/arde/tanah.
18. SOURCE penyesuai pemilihan sinyal (syncronize signal selector). Jika tombol SOURCE pada
posisi :
- INT : sinyal dari channel A (CH-A) dan channel B (CH-B) untuk keperluan pen-trigger-an/penyulutan saling dijumlahkan,
- CH-A : sinyal untuk pen-trigger-an hanya berasal dari CH-A,
- CH-B : sinyal untuk pen-trigger-an hanya berasal dari CH-B,
- AC : bentuk gelombang AC akan sesuai dengan sumber sinyal AC itu sendiri,
- EXT : sinyal yang masuk ke EXT TRIG dibelokkan/dibengkokkan disesuaikan dengan sumber sinyal.
19. POWER
ON-OFF.
20. FOCUS digunakan untuk menghasilkan tampilan bentuk gelombang yang optimal.
21. INTENSITY pengatur kecerahan tampilan bentuk gelombang agar mudah dilihat.
22. TRACE ROTATOR digunakan utuk memposisikan tampilan garis pada layar agar tetap
berada pada posisi horisontal. Sebuah obeng dibutuhkan untuk memutar trace rotator ini.
23. CH-B POSITION tombol pengatur untuk penggunaaan CH-B/channel (saluran) B.
24. VOLTS/DIV pelemah vertikal untuk CH-B.
25. VARIABLE.
26. VERTICAL INPUT input vertikal untuk CH-B.
27. AC-GND-DC untuk CH-B kegunaannya sama seperti penjelasan yang terdapat pada
nomor 2.
28. COMPONET TEST IN terminal untuk komponen yang akan diuji.
Ada beberapa jenis gelombang yang ditampilkan pada layar monitor osiloskop, yaitu:
20. FOCUS digunakan untuk menghasilkan tampilan bentuk gelombang yang optimal.
21. INTENSITY pengatur kecerahan tampilan bentuk gelombang agar mudah dilihat.
22. TRACE ROTATOR digunakan utuk memposisikan tampilan garis pada layar agar tetap
berada pada posisi horisontal. Sebuah obeng dibutuhkan untuk memutar trace rotator ini.
23. CH-B POSITION tombol pengatur untuk penggunaaan CH-B/channel (saluran) B.
24. VOLTS/DIV pelemah vertikal untuk CH-B.
25. VARIABLE.
26. VERTICAL INPUT input vertikal untuk CH-B.
27. AC-GND-DC untuk CH-B kegunaannya sama seperti penjelasan yang terdapat pada
nomor 2.
28. COMPONET TEST IN terminal untuk komponen yang akan diuji.
Ada beberapa jenis gelombang yang ditampilkan pada layar monitor osiloskop, yaitu:
- Gelombang segitiga.
- Gelombang sinusoida
- Gelombang blok
- Gelombang gigi gergaji
Ada dua tipe osiloskop menurut
prinsip kerjanya, yaitu tipe analog / ART (Analog Real Time oscilloscope) dan
tipe digital / DSO (Digital Storage Osciloscope).
Osiloskop Analog (Analog Real Time oscilloscope)
Osiloskop analog ini menggunakan tegangan yang diukur untuk menggerakkan berkas electron dalam tabung (CRT) sesuai bentuk gambar yang diukur. Pada layar osiloskop langsung ditampilkan bentuk gelombang tersebut.
Osiloskop analog memiliki keunggulan seperti ; harganya relatif lebih murah daripada osiloskop digital, sifatnya yang realtime dan pengaturannya yang mudah dilakukan karena tidak ada tundaan antara gelombang yang sedang dilihat dengan peragaan di layar, serta mampu meragakan bentuk yang lebih baik seperti yang diharapkan untuk melihat gelombang-gelombang yang kompleks, misalnya sinyal video di TV dan sinyal RF yang dimodulasi amplitudo.
Osiloskop Digital (Digital Storage Osciloscope)
Osiloskop digital mencuplik bentuk gelombang yang diukur dan dengan menggunakan ADC (Analog to Digital Converter) untuk mengubah besaran tegangan yang dicuplik menjadi besaran digital.
Osiloskop digital memberikan kemampuan ekstensif, kemudahan tugas-tugas akuisisi gelombang dan pengukurannya. Penyimpanan gelombang membantu para insinyur dan teknisi dapat menangkap dan menganalisa aktivitas sinyal yang penting. Jika kemampuan teknik pemicuannya tinggi secara efisien dapat menemukan adanya keanehan atau kondisi-kondisi khusus dari gelombang yang sedang diukur.
Secara umum dapat kita simpulkan fungsi Oscilloscope / osiloskop yaitu untuk menganalisa tingkah laku besaran yang berubah-ubah terhadap waktu. Dengan alat ukur Osiloskop ini kita dapat mengetahui :
Osiloskop Analog (Analog Real Time oscilloscope)
Osiloskop analog ini menggunakan tegangan yang diukur untuk menggerakkan berkas electron dalam tabung (CRT) sesuai bentuk gambar yang diukur. Pada layar osiloskop langsung ditampilkan bentuk gelombang tersebut.
Osiloskop analog memiliki keunggulan seperti ; harganya relatif lebih murah daripada osiloskop digital, sifatnya yang realtime dan pengaturannya yang mudah dilakukan karena tidak ada tundaan antara gelombang yang sedang dilihat dengan peragaan di layar, serta mampu meragakan bentuk yang lebih baik seperti yang diharapkan untuk melihat gelombang-gelombang yang kompleks, misalnya sinyal video di TV dan sinyal RF yang dimodulasi amplitudo.
Osiloskop Digital (Digital Storage Osciloscope)
Osiloskop digital mencuplik bentuk gelombang yang diukur dan dengan menggunakan ADC (Analog to Digital Converter) untuk mengubah besaran tegangan yang dicuplik menjadi besaran digital.
Osiloskop digital memberikan kemampuan ekstensif, kemudahan tugas-tugas akuisisi gelombang dan pengukurannya. Penyimpanan gelombang membantu para insinyur dan teknisi dapat menangkap dan menganalisa aktivitas sinyal yang penting. Jika kemampuan teknik pemicuannya tinggi secara efisien dapat menemukan adanya keanehan atau kondisi-kondisi khusus dari gelombang yang sedang diukur.
Secara umum dapat kita simpulkan fungsi Oscilloscope / osiloskop yaitu untuk menganalisa tingkah laku besaran yang berubah-ubah terhadap waktu. Dengan alat ukur Osiloskop ini kita dapat mengetahui :
- Berapa frekuensi, periode dan tegangan dari suatu sinyal elektronik.
- Mengukur besar tegangan listrik dan hubungannya terhadap waktu.
- Mengukur frekuensi sinyal yang berosilasi.
- Mengecek jalannya suatu sinyal pada sebuah rangakaian listrik.
- Membedakan arus AC dengan arus DC.
- Mengecek noise pada sebuah rangkaian listrik dan hubungannya terhadap waktu.
- dll


Anda sedang membaca artikel berjudul

0 komentar:
Posting Komentar